by

Kenali Sedini Mungkin Gejala Penyakit Difteri

Gejala Difteri – Banyak penyakit di dunia yang meyerang kesehatan tubuh kita. Mulai dari penyakit ringan semacam flu hingga pentakit mematikan, salah satunya adalah penyakit difteri. Secara pemahaman, difteri merupakan infeksi menular lantaran gangguan bakteri yang bernama Corynebacterium. Infeksi karena bakteri jahat ini mengakibatkan infeksi saluran pernafasan atas.  Sepintas gejala difteri hampir sama dengan penyakit demam biasa, namun ada rasa sakit yang luar biasa di bagian tenggorokan serta adanya lapisan yang menutupi amandel dan sisi tenggorokan.

Bahkan yang paling menakutkan gejala difteri tersebut mengakibatkan infeksi kulit. Sehingga bakteri penyebab penyakit ini memproduksi racun yang bia menyebar ke setiap bagian tubuh yang lain. Jika sudah seperti ini maka bisa berujung kematian pada penderitanya. Satu yang paling kelihatan dari gejala difteri ini adalah munculnya lapisan semacam selaput lendir yang menempel di saluran pernafasan. Ada juga gejala lain yang perlu dikenali adalah munculnya gangguan saraf di sisi otot jantung.

Penyakit difteri dewasa ini banyak menyerang usia anak-anak dan usia lanjut. Anak yang berusia di bawah 5 tahun dan orang tua yang berusia lebih dari 60 tahun yang belum pernah diimunisasi difteri merupakan yang paling rentan diserang penyakit saluran pernafasan ini. Khusus orang tua berusia lanjut mudah terserang difteri lantaran kebutuhan gizi yang kurang dan kebersihan lingkungan sekitar yang sangat kurang.

Gejala Difteri

Mencegah lebih baik daripada mengobati, prinsip ini yang mesti kita terapkan untuk menghadapi wabah difteri. Salah satu wujudnya adalah dengan memahami gejala penyakit difteri yang menyerang anak. Tujuannya adalah agar buah hati atau anak-anak tidak sampai menjadi korban difteri yang berbahaya ini. Hal ini karena anak-anak belum begitu paham dengan tanda-tanda penyakit yang mulai menyerangnya. Sebagai orang tua bijak kenali gejala-gejalanaya sebagai berikut.

  1. Suhu Panas

Gejala yang paling umum pada anak adalah suhu tubuh menjadi panas disertai demam yang luar biasa hingga tubuh anak jadi menggigil. Panas dan demam ini berlangsung dalam waktu yang lumayan lama.

  • Tubuh Menjadi Lemah

Gejala yang kedua adalah kondisi tubuh anak yang melemah. Anak akan merasa cepat capek ketika beraktivitas dan anak tampak kurang memiliki semangat. Jika masih kecil tentunya akan mudah sekali rewel dan menangis.

  • Ada Gangguan Pernafasan

Tanda atau gejala yang selanjutnya, anak akan mengalami kesulitan bernafas. Setiap bernafas anak terlihat begitu sesak dan sangat berat. Anak terlihat terengah-engah ketika membutuhkan oksigen.

  • Sakit di Tenggorokan dan Batuk Keras

Rasa sakit di tenggorokan semacam panas dalam atau sariawan juga bisa menjadi ciri serangan penyakit difteri. Hanya saja rasa sakitnya lebih  mencengkram dibanding sakit tenggorokan biasa. Sakit ini dibarengi dengan batuk dengan suara sangat keras.

  • Selalu Keluar Cairan

Gejala lainnya adalah selalu keluar cairan semacam ingus atau lendir dari dalam hidung. Terkadang cairan hidung ini bercampur dengan darah. Selain dari hidung ada juga cairan dari mulut, semacam ngiler yang tak berkesudahan.

  • Kelenjar di Leher Membengkak

Gejala difteri yang paling terlihat mungkin dari bagian leher yang membengkak. Bengkakan ini sebenarnya berasal dari kelenjar limfa di bagian leher yang terluka akibat serangan bakteri difteri.

  • Jantung Berdebar Kencang

Terakhir gejalanya adalah jatung yang berdebar kencang. Anak yang terlihat denyut jantungnya tidak seperti biasanya, berdetak lebih cepat dengan rasa yang berdebar-debar bisa jadi sedang terkena difteri.

Apabila si anak mengalamai ciri-ciri seperti di atas maka disarankan untuk membawanyake dokter atau rumah sakit terdekat. Jika memang positif difteri maka, segera lakukan pengobatan terbaik demi kesembuhan anak tercinta.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed