by

Untuk Mengakomodasi Wisatawan Hotel Jakarta Terus Bertambah

Rencana Penambahan jumlah kamar hotel Jakarta. Bisnis hotel di Jakarta tahun ini  tetap optimis dan cemerlang. Melihat pertumbuhan sector pariwisata yg kian marak pemerintah berencana akan menambahkan jumlah kamar hotel di Jakarta.

Kebutuhan kamar hotel diJakarta tahun ini diperkirakan akan ditambah sekitar 30.000 unit utk mengakomodasi kebutuhan wisatawan mancanegara. Ketua persatuan hotel dan restoran Indonesia(PHRI) Hariyadi B.Sukamdani mengatakan saat ini total jumlah kamar hotel yang ada di Jakarta sekitar 139.000 unit.

Hotel Jakarta

“Tahun depan akan ada 50.000 kamar baru. Kalau tahun ini, ada tambahan 55.000 kamar baru yang masih ada di pipeline, tapi untuk realisasinya berapa, saya enggak pegang data. Namun, yang pasti, tahun depan ada 50.000 kamar baru,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, jumlah tambahan kamar baru pada 2019 ditaksir menurun dibandingkan dengan tahun ini karena pasar perhotelan di Tanah Air sudah mulai jenuh. Belum lagi, pebisnis sektor tersebut harus berhadapan dengan kompetitor dari segmen penginapan/akomodasi nonbintang seperti Airbnb.

Dari proyeksi 50.000 unit kamar baru untuk 2019 tersebut, sebut Hariyadi, sebagian besar berada di wilayah Indonesia bagian barat yakni Jakarta dan Bali. Pasalnya, permintaan di kedua wilayah tersebut masih besar terutama untuk di Pulau Dewata.

Selain berencana menambahkan jumlah kamar hotel, wakil ketum PHRI , Maulana Yusran juga akan menertibkan deregulasi aturan yang selama ini daya saing sector pariwisata. Dia mencontohkan, salah satu regulasi yang mengganjal arus investasi perhotelan adalah Peraturan Pemerintah No.55/2016 tentang Pajak Daerah dan Detribusi Daerah (PDRD) yang menetapkan bahwa complimentary/free of charge di hotel dan restoran juga dikenakan.

Hotel  di Jakarta yang masuk kategori penginapan penginapan melati yang harga perkamarnya kisaran 70.000 /malam pun akan terkena efeknya karena memberi dampak negative pada jumlah pengunjung  hotel berbintang. Hal ini disebabkan ada kejenuhan yang terjadi disektor bisnis pariwisata. pemerintah membuat aturan tegas agar usaha di sektor pariwisata memiliki badan hukum dan izin usaha. Terlebih, saat ini jamak dijumpai rumah atau tempat kos yang disulap menjadi hotel atau penginapan sewa.

PHRI mengingatkan, agar para pengelola hotel di Jakarta menjamin kualitas pelayanan karena akan menjadi referensi pengunjung untuk kembali ke hotel tersebut atau tidak.   Sementara para pengusaha hotel di Jakarta harus tanggap karena, Global Business Travel Association (GBTA)  dan Carlson Wagonlit Travel (CWT) memprediksi, menguatnya perekonomian global dan kenaikan harga minyak diperkirakan akan mendorong biaya perjalanan pada 2019. Harga tiket penerbangan diperkirakan naik 2,6 persen dan tarif hotel meningkat 3,7 persen. 

GBTA meramal akan terjadi kenaikan tarif hotel pada tahun depan karena kenaikan permintaan kamar hotel yang didorong oleh kenaikan permintaan perjalanan dengan pesawat terbang. Tarif hotel diekspektasikan naik lebih dari 5 persen di Asia dan Eropa, 2,1 persen di Amerika Utara, namun melorot 1,3 persen di Amerika Latin

Selain proyeksi yang positif, GBTA mewanti-wanti, masih ada risiko perekonomian global 2019 akibat meningkatnya kebijakan proteksionisme.  Meski dampak perang dagang China-AS belum memperlihatkan dampaknya pada penurunan permintaan perjalanan bisnis. Namun ia memastikan, bahwa situasi tersebut merupakan “faktor risiko pelemahan” terhadap industri perjalanan korporasi.

Semoga dengan adanya rencana penambahan kamar hotel di Jakarta akan memberi dampak positif di sector pariwisata yang tengah giat-giatnya digalakkan pemerintah selain pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan di seluruh wilayah Indonesia saat ini.  

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed